Pagi ini anak-anak sangat ceria dan bersemangat. Kenapa ya? Ternyata hari ini mereka akan belajar membuat salad buah sendiri. Mulai dari menyiapkan bahan, memotong, mencampur, mengaduk, makan bersama teman-teman hingga merapikan peralatan yang sudah digunakan. Adapun bahan-bahan yang digunakan seperti melon, semangka, buah naga, dan jelly. Untuk sausnya menggunakan yogurt, lemon, dan susu.
Di KBTK Al Hikmah, kegiatan mengolah makanan merupakan salah satu program Practical Life. Mereka diajarkan untuk membuat makanan yang sederhana. Selain mengembangkan keterampilan motorik halusnya, anak-anak juga belajar pola makan sehat, menjaga kebersihan dan tanggung jawab.
Nah, di balik kegiatan ini, tersimpan manfaat membuat sald buah yang sangat beragam, di antaranya:
1) Pengembangan Motorik Halus
Salah satu manfaat utama dari membuat salad buah adalah membantu pengembangan motorik halus anak. Saat anak-anak memotong buah dengan pisau plastik, menyusun potongan-potongan buah ke dalam mangkuk, atau menuangkan dressing ke atas salad, mereka menggunakan keterampilan motorik halus yang penting untuk aktivitas sehari-hari seperti menulis dan menggambar.
Hal yang tak kalah menantang yaitu ketika kakak anak-anak diminta untuk memarut keju. MasyaAllah, terlihat sederhana bagi orang dewasa, tapi ternyata cukup membuat anak-anak berkeringat lo, Ayah Bunda. Alhamdulillah meskipun di awal merasa sulit, namun anak-anak dapat melakukanya sampai selesai.
2) Mengenalkan Pola Makan Sehat.
Mengenalkan anak-anak pada buah-buahan sejak dini adalah langkah penting dalam membentuk pola makan sehat. Di kegiatan ini, anak-anak belajar mengenal berbagai jenis buah, warna, rasa, dan tekstur.
Mereka juga belajar tentang pentingnya mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan vitamin dan mineral. Saat anak-anak terlibat langsung dalam proses pembuatan salad, mereka lebih mungkin untuk mencoba dan menikmati buah-buahan yang mungkin sebelumnya mereka tolak.
3) Mengembangkan Keterampilan Sosial
Practical Life juga merupakan sarana yang efektif untuk mengembangkan keterampilan sosial anak-anak. Selama di kelas ini anak-anak berinteraksi dengan teman sebaya dan guru, belajar untuk bekerja sama, berbagi peralatan, dan mengikuti instruksi.
Mereka belajar tentang tanggung jawab dan kemandirian ketika mereka menyelesaikan tugas-tugas sederhana seperti menyusun salad dan merapikan peralatan yang sudah digunakan. Melalui aktivitas ini, anak-anak juga belajar menghargai hasil kerja mereka sendiri dan orang lain.
4) Edukasi tentang Kebersihan dan Keselamatan
Anak-anak juga diajarkan tentang pentingnya kebersihan dan keselamatan di dapur. Sebelum menyentuh bahan makanan, anak-anak diajak untuk mencuci tangan, mengenakan celemek,dan berhati-hati saat menggunakan alat dapur. Ini adalah pelajaran hidup yang penting yang akan mereka bawa hingga dewasa.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menyenangkan tetapi juga edukatif, membantu membentuk kebiasaan dan keterampilan positif yang akan berguna sepanjang hidup mereka. (Ge)