(12 Sep 2026 | 20:04)

Program Pendampingan Anak (PPA) : Kuatkan Fitrah Individual Cegah Penyimpangan Perilaku Pada Anak Usia Dini

     SURABAYA – KBTK Al Hikmah Surabaya mengadakan program layanan orang tua yaitu Program Pendampingan Anak (PPA) pada Sabtu, 12 September 2026. Acara yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 11.00 WIB ini bertempat di Hall KBTK Al Hikmah Surabaya. Program Pendampingan Anak ditujukan bagi wali murid baru di jenjang Kelompok Bermain, TK A dan siswa mutasi TK B. 
Agenda utama pada kegiatan PPA kali ini mengangkat tema "Penguatan Fitrah Individual pada Anak dalam Menghadapi Fenomena Penyimpangan Perilaku". Tema tersebut diangkat sebagai langkah preventif  dalam membentengi ananda di tengah maraknya tantangan pengasuhan zaman sekarang.
    Hadir sebagai narasumber utama (speaker), Ustadz Heru Kusumahadi, Lc. M.Pd.I. "25,8% anak di Indonesia mengalami fatherless. Ini artinya sekitar satu dari empat keluarga yang memiliki anak di Indonesia pada tahun 2025 mengalami fatherless." Ujar Ust.Heru dalam pemaparan materi pagi ini.
Fatherless artinya pengasuhan dalam keluarga tidak seimbang. Idealnya, keluarga terdiri dari bapak, ibu, dan anak. "Ketika ayah tidak berperan, hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam pengasuhan, yang pada gilirannya mempengaruhi kondisi psikologis anak", tambah Ustadz Heru.

     Ustadz Heru juga memberikan tips menjaga dan melindungi fitrah anak sejak dini: 
     1) Pasangan yang Qurrata A’yun. Kehadiran suami istri yang harmonis akan memberikan kesan kebaikan untuk tumbuh kembang anak

     2) Membangun Kesan Anak. Memberikan kesan atas status diri anak bukan fungsi anak

     3) Menguatkan Potensi Keimanan. Pengetahuan dan pengalaman yang selalu dikaitkan kepada Allah dan Islam akan memproduk kemampuan bersikap           anak di masa depannya.

      Tidak hanya menyimak pemaparan materi, suasana PPA menjadi semakin hidup dan interaktif saat memasuki sesi praktik roleplay berbasis studi kasus kehidupan sehari-hari. Agenda roleplay para Bunda dilakukan di kelas bersama para Guru kelas masing-masing, dan para Ayah bersama Ust.Heru Kusumahadi. Pada kegiatan ini orang tua diminta memperagakan studi kasus yang diberikan kemudian memberikan simpulan serta solusi atas kasus tersebut. Kegiatan roleplay berbasis studi kasus ini menjadi momen yang sangat berbeda dan penuh kesan bagi para ayah dan bunda. Suasana forum seketika berubah menjadi lebih cair, hangat, dan interaktif ketika orang tua diajak menyelami simulasi pengasuhan secara langsung.

     Tidak hanya mengikuti kegiatan PPA di kelas, wali murid juga mengikuti challenge yaitu mencari bentuk mata ananda sebagai bentuk perhatian dan memahami ananda lebih dekat. Melalui penyelenggaraan PPA ini, KBTK Al Hikmah Surabaya berharap sinergi antara sekolah dan rumah semakin kuat. Orang tua dapat mengimplementasikan ilmu pendampingan yang telah disampaikan di rumah, sehingga fitrah anak dapat tumbuh secara optimal, tangguh, dan terhindar dari potensi penyimpangan perilaku sejak usia dini. (Ge)

Topik Berita
program pendampingan anak 2026